Pages

olahraga paling sehat dan santai

BERJALAN kaki rutin kembali
dikukuhkan sebagai obat paling
menyehatkan di abad modern
ini. Bukan lari, apalagi sprint,
yang bisa menambah sehat dan
menjanjikan kita beroleh umur
panjang. Beberapa bukti baru
ihwal manfaat berjalan kaki
muncul kembali baru-baru ini.
Dalam tulisan lain, saya menulis
panjang lebar ihwal manfaat
berjalan kaki bagi kesehatan.
Dalam moto tabloid ini, bahwa
”sehat itu murah”, yang antara
lain mengutip salah satu
racikan resep dari Antioxidant
Revolution karya Cooper,
penggagas aerobik. Caranya, berjalan kaki tergopoh-gopoh
dengan laju 5-6 km/jam selama
sekitar 40-50 menit/hari,
dilakukan 5-6 kali/seminggu.
Baru-baru ini diungkap kembali
betapa menyehatkan kebiasaan
berjalan kaki bila dilakukan
rutin, seperti tercatat dalam
studi Framingham terhadap
mereka yang berusia di atas 46
tahun. Hasilnya ternyata
menakjubkan. Bukan saja umur
rata-rata harapan hidup
mereka yang berjalan kaki rutin
lebih panjang dibanding yang
tidak melakukannya, melainkan
mereka juga terhindar dari
risiko serangan jantung.
Sayangnya, konon tidak semua
orang Amerika melakukan
gerak badan dengan porsi
sesuai dengan anjuran dokter.
Mereka rata-rata hanya
menempuh duapertiga dari
yang direkomendasikan
dokternya, baik dalam hal
kekerapan maupun kelajuan
berjalan kakinya (Dr. Michael
G.Perri). Manfaat yang bisa
mereka petik pun tidaklah
penuh.
Dari semula sudah diingatkan
oleh Cooper, yang melakukan
otokritik terhadap kegiatan
aerobik dengan berlari atau
maraton, dan hasilnya ternyata
sama saja dengan yang
diperoleh dari berjalan kaki,
tetapi berisiko cedera lutut,
tungkai, dan kaki – tak cukup
berjalan santai lenggang
kangkung belaka. Untuk
memetik manfaat aerobik,
harus jalan bergegas tergopoh-
gopoh atau brisk walking.
Rata-rata memerlukan
kecepatan sekitar 100 meter/
menit (atau 6 km/jam),
menempuh jarak sekitar 5 km
(4 mil)/sehari.
Tak Langsung Terasa
Efek berjalan kaki tentu tidak
akan langsung terasa dalam
hitungan minggu atau bulan.
Manfaatnya baru akan
dirasakan setelah cukup lama
melakukan kegiatan rutin
sepanjang minggu. Bukan saja
badan terasa lebih bugar, dan
mungkin terjadi pengurangan
atau menghilangnya keluhan
atau perasaan tidak enak di
badan yang terasakan
sebelumnya. Kenormalan
terbaca juga pada nilai-nilai
kesehatan yang terukur,
seperti tekanan darah, gula
darah, kondisi otot dan tulang,
serta lemak darah.
Semua nilai laboratorium
memberikan hasil yang
mendekati nilai normal. Namun,
belum tentu orang selalu
merasakan kenormalannya
sebelum dilakukan pemeriksaan
laboratorium atau pengukuran.
Yang pasti, perasaan badan
lebih segar, lebih bugar, tidak
lekas letih, selera makan bagus,
enak tidur, lebih lekas haus, dan
lancar buang air besar,
merupakan tanda bahwa
badan tengah menjadi lebih
sehat.
Mereka yang sudah terbiasa
berjalan kaki rutin justru akan
merasakan tidak enak badan
kalau lama tidak berjalan kaki.
Berjalan kaki ternyata bukan
saja bentuk latihan yang
sempurna di mata medis,
melainkan juga kegiatan
bergerak badan yang paling
aman bagi tubuh yang sudah
rapuh, dan renta sekalipun.
Dulu, pada dasawarsa 70-an,
belum jelas benar kalau
kegiatan berjalan kaki rutin
bisa mencegah berbagai
penyakit (menahun). Kini
manfaat itu tak terbantahkan
lagi. Studi dalam lima tahun
terakhir semakin mengukuhkan
bahwa berjalan tergopoh-
gopoh, dan bukan jalan santai,
memang memberi banyak
manfaat bagi kesehatan kita.

5 comments

  1. betul sekali, selain gratis, berjalan kaki juga menyenangkan bila ada teman bicara disampingnya, saya sering melakukannya terkadang hingga 20 km.:)

    ReplyDelete
  2. kalau jalan kaki murah dan sehat kenapa masih banyak yang pake motor tau mobil ya....
    pasti ada pertimbangan lain....

    ReplyDelete
  3. wah jangan santai terus, orang udah pada sampai kebulan kok masih santai, hehehehe

    ReplyDelete

harap tinggalkan komentar & jangan tinggalkan spam

 

folow

Powered by Blogger.